PAHALA DAN DOSA

PAHALA DAN DOSA

  • Posted by
  • menebar kebaikan, menuntut ilmu, muslim yang kuat, takdir

Segala sesuatu yang Allah ciptakan di dunia ini merupakan gambaran yang akan terjadi di akhirat kelak. Apa yang terjadi di dunia merupakan kilasan mengenai apa yang akan terjadi juga di akhirat. Akan tetapi, semua yang ada di dunia ini tidaklah ada yang menyerupai apa yang ada di surga, seperti yang dikatakan Ibnu Abbas, kecuali hanya nama-namanya saja yang sama. Dengan itu, Allah bermaksud membuat manusia tertarik kepada nikmat dan membuatnya takut akan siksaan.


Yang terjadi di dunia ini adalah siksaan terhadap orang yang zalim, sebagai balasan atas kezalimannya, sebelum ia disiksa kelak di akhirat. Inilah makna firman Allah, “Barang siapa yang berbuat kejelekan, maka dia akan dibalas sesuai dengan apa yang dikerjakannya” (An-nisa’ [4]:123)

la tidak menyadari sebenarnya saat ini ia justru berada dalam siksaan yang nyata. Orang-orang yang bijak berkata, “Maksiat yang disusul dengan maksiat adalah siksaan atas maksiat itu sendiri dan kebaikan yang berbuah kebaikan merupakan balasan atas kebaikan itu pula.”

Barangkali, siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang yang bebuat maksiat itu berbentuk siksaan maknawi, seperti yang pernah dikatakan oleh seorang pendeta Bani Israil, “Wahai Tuhanku, betapa seringnya aku berbuat maksiat, namun mengapa tak kunjung datang azab-Mu menimpa diri ini?”

Dikatakan kepadanya, “Betapa banyakya azab-Ku menimpa dirimu, namun engkau tak tahu bahwa itulah azab-Ku. Tidakkah engkau merasa, telah Aku halangi dirimu untuk merasakan kenikmatan bermunajat kepada-Ku?”

Barang siapa yang merenungi azab dan siksa seperti itu, ia akan selalu bertindak dengan hati-hati. Wahab bin al-Ward pernah ditanya, “Dapatkah seorang yang berbuat maksiat merasakan ketaatan?” Dia menjawab, “Bahkan merasa susah pun tidak!”

Betapa banyaknya orang yang mengumbar matanya terhadap segala kenikmatan dunia yang ditutup mata hatinya oleh Allah, tidak sedikit pula mereka yang tak terkendali lisannya tiada memperoleh kejernihan hatinya dan tak terhitung berapa banyak orang yang makan makanan yang syubhat mengalami kegelapan dalam hidupnya serta tidak bisa bangun di malam hari untuk merasakan indahnya munajat kepada Allah. Hal-hal tersebut hanya disadari oleh orang yang terus bermuhasabah terhadap dirinya sendiri.

0 Comments

Leave Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *