Bertasbihlah
- Posted by
- beribadah, istigfar, kelapangan hati, menebar kebaikan, menuntut ilmu, muslim yang kuat

سَبِّحِ ٱسْمَ رَبِّكَ ٱلْأَعْلَى
“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.” [QS. Al-A’laa: 1)
Sucikanlah nama Allah, Tuhan Pencipta seluruh alam dan seisinya, yang kepada-Nya kembali segala urusan, yang kepada-Nya digantungkan segala pengharapan. Sucikanlah nama Allah dari segala kesyirikan dan penyekutuan. Karena tak ada sekutu bagi-Nya, tak ada yang menyamai-Nya, Dialah Allah ‘Azza wa Jalla, Tuhan sekalian alam, penguasa dan pemilik langit dan bumi dan segala isinya, penguasa seluruh alam, penguasa jiwa-jiwa yang beriman maupun yang ingkar. Kepada-Nyalah semua akan kembali, baik dengan hati yang ridha dan diridhai ataukah dengan keterpaksaan dan penyesalan.
Allah, tempat bergantung segala sesuatu. Nama-Nya begitu agung dan suci dari segala pengotor. Tidaklah pantas ada tandingan bagi-Nya karena semua yang ada di langit dan bumi dan alam semesta tunduk kepada-Nya. Bahkan langit yang tujuh dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya bertasbih mensucikan nama-Nya. Lalu kenapa manusia dan jin begitu ingkar akan hal ini, kemanakah mereka akan kembali jika tidak kepada Allah ‘Azza wa Jalla, Penguasa hari pembalasan, Penguasa Arasy, Penguasa seluruh kehidupan. Allah berfirman dalam al-Qur’an:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, akan tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.”[QS. Al-Israa’: 44]
Bertasbihlah sebagai bagian dari dzikrullah, sebagai pembasah lisan pemberat amal, sebagai pengumpul pundi-pundi kebaikan. Bertasbihlah karena ciptaan-Nya yang lebih besar dan kuat pun bertasbih, para malaikat yang mulia yang besar lagi perkasa bertasbih menyebut nama-Nya, langit dan bumi dan segala isinya bertasbih memuji asma-Nya, lalu kenapa kita begitu angkuh untuk melalaikan dzikr menyebut mengingat-Nya. Padahal nikmat-Nya tak pernah terhenti, udara yang dihirup, nafas yang berhembus, darah yang mengalir, otak yang berpikir, makanan yang dinikmati, minuman yang diteguk, keluarga yang menanti, kasih sayang yang dirasa, nikmat aman dan nyaman dalam kehidupan, nikmat ilmu yang bertambah berkah, nikmat kehidupan di dunia dengan segala keindahan dan ujian di dalamnya dan tentunya nikmat iman di dada.
Duhai insan, bertasbihlah dan sucikanlah nama Tuhanmu, sungguh Ialah yang menciptakan dan mematikan. Ialah yang memberikan segala kenikmatan, Ialah Tuhanmu Tuhan orang-orang beriman, Tuhan bumi dan langit, Tuhan para malaikat yang perkasa, Tuhan yang akan kekal abadi hidup selamanya disaat semua raja dunia telah binasa tak kuasa untuk menyombongkan kekuasaannya.
Bertasbihlah… karena langit dan bumi, burung dan gunung, hewan dan tumbuhan, semua bertasbih menyebut nama-Nya, bersyukur akan segala karunia. Ialah Allah, tempat bernaung dan meminta, tempat berlindung dan memuja, tempat untuk segala harap dan asa. Ialah Allah Tuhannya seluruh para utusan, dari Adam hingga ‘Isa ‘alaihimussalam dan Tuhannya Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bertasbihlah, sebagaimana Allah berfirman dalam al-Qur’an:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلطَّيْرُ صَٰٓفَّٰتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُۥ وَتَسْبِيحَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ
“Tidaklah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” [QS. An-Nur:41]

0 Comments