Tartil Al–Qur’an

Tartil Al–Qur’an

  • Posted by

Tidak ada rezeki yang paling berharga selain ilmu yang bermanfaat dan ilmu yang berguna. Karena saat kita telah tiada hanya ilmulah yang mampu bisa menolong kita. ilmu yang di ajarkan kepada orang lain, ilmu yang disebarkan kepada orang lain, ilmu yang menjadi sebab orang lain menjadi lebih baik. Sampaikanlah walau hanya satu ayat.

Bacaan Al-Quran berbeda dengan bacaan perkataan mana pun, karena isisnya merupakan kalam Allah. Ayat-ayatnya disusun dengan rapi dan dijelaskan secara terperinci, karena berasal dari Dzat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Karena itu memebacanya tidak lepas dari adab yang bersifat zhahir maupun batin. Adab yang bersifat zhahir ialah secara tartil, Makna tartil dalam bacaan ialah pelan-pelan dan perlahan-lahan, memperjelas huruf-hurufnya dan harakatnya.

Menurut Asy-Suyuthy, disunatkan tartil ketika membaca Al-qur’an, sebagaimana firman Allah,

“Dan bacalah Al-Qu’an itu secara tartil (perlahan-lahan).” (Al- Muzzammil:4)

0 Comments

Leave Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *